Penyebab Water Heater Wika Solar Tidak Panas dan Cara Mengatasinya
Penyebab Water Heater Wika Solar Tidak Panas dan Cara Mengatasinya
Pemanas air tenaga surya WIKA (Solar Water Heater) terkenal sangat awet dan hemat energi. Namun, seperti perangkat elektronik lainnya, performa WIKA SWH bisa menurun seiring berjalannya waktu. Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan oleh pemilik rumah adalah air yang keluar dari keran sama sekali tidak panas atau hanya hangat kuku.
Apa saja penyebab utamanya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
1. Kaca Kolektor Surya Tertutup Debu Tebal atau Terhalang Pohon
WIKA Solar memanfaatkan panas matahari yang ditangkap oleh panel kaca (kolektor). Jika kaca tersebut tertutup debu tebal, lumut, atau terhalang bayangan pohon besar, penyerapan panas tidak akan maksimal.
• Solusi: Lakukan pembersihan kaca kolektor secara berkala. Jika ada dahan pohon yang menghalangi matahari, sebaiknya dipangkas.
2. Terjadi Penumpukan Kerak Air (Kapur) di Dalam Tangki
Kualitas air bersih di Indonesia rata-rata mengandung zat kapur atau zat besi yang tinggi. Dalam jangka panjang, zat ini akan mengendap dan menjadi kerak keras di dalam pipa tembaga kolektor dan tangki penampungan. Kerak ini menghalangi proses transfer panas ke air.
• Solusi: Unit harus dikuras (flushing) total oleh teknisi menggunakan cairan pembersih khusus untuk merontokkan kerak tanpa merusak material tangki.
3. Kerusakan pada Electric Backup (Pemanas Cadangan)
Saat cuaca mendung atau musim hujan, WIKA Solar mengandalkan elemen pemanas listrik cadangan (electric heater) agar air tetap panas. Jika komponen ini putus atau termostatnya rusak, maka air otomatis akan dingin saat matahari tidak muncul.
• Solusi: Diperlukan pengecekan arus listrik menggunakan avometer dan penggantian elemen pemanas jika sudah putus.
4. Kebocoran pada Pipa Instalasi atau Katup Penahan (Valve)
Jika ada kebocoran halus pada pipa air panas atau safety valve, air panas di dalam tangki akan terus terbuang dan digantikan oleh air dingin yang baru masuk. Akibatnya, suhu air di dalam tangki tidak pernah mencapai titik panas yang diinginkan.
• Solusi: Teknisi harus memeriksa seluruh jalur pipa instalasi dan mengganti katup yang sudah aus atau jebol.
Perawatan Rutin Adalah Kunci Keawetan WIKA SWH Anda
Pabrikan WIKA sangat menyarankan pemilik untuk melakukan maintenance berkala minimal 6 bulan hingga 1 tahun sekali. Perawatan rutin ini meliputi pengurasan tangki, pembersihan kolektor, dan pengecekan komponen kelistrikan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan berbiaya mahal.
Butuh Bantuan Teknisi WIKA Profesional?
Jangan ambil risiko memperbaiki sendiri unit di atas atap rumah Anda yang tinggi dan berbahaya. Serahkan masalah pemanas air WIKA Anda kepada tim ahli kami!
Kami siap melayani service panggilan cepat, terpercaya, dan bergaransi untuk wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Medan.
• 📞 Hubungi Kami via Telp/WhatsApp: 0817-0763-330
• 💻 Situs Resmi: servicewikapemanasair.com
Komentar
Posting Komentar