Cara Kerja Termostat Otomatis pada WIKA Solar Water Heater dan Solusi jika Rusak
Cara Kerja Termostat Otomatis pada WIKA Solar Water Heater dan Solusi jika Rusak
Sistem pemanas air tenaga surya WIKA (Solar Water Heater) dirancang cerdas untuk menghadapi segala kondisi cuaca di Indonesia. Salah satu komponen terpenting yang menjaga agar Anda tetap bisa mandi air panas meski di malam hari atau saat musim hujan adalah Termostat Otomatis yang terhubung dengan komponen listrik cadangan (Electric Backup Heater).
Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja komponen ini? Dan apa dampaknya bagi tagihan listrik atau kenyamanan Anda jika termostat ini mengalami kerusakan? Yuk, kita bahas selengkapnya!
Cara Kerja Sistem Otomatis WIKA SWH
WIKA Solar Water Heater utamanya memanfaatkan panas matahari secara gratis. Namun, di dalam tangki penyimpanannya, tertanam sebuah elemen pemanas listrik cadangan yang dikontrol penuh oleh termostat.
Berikut adalah prinsip kerja otomatisnya:
1. Membaca Suhu Air: Termostat bertindak sebagai sensor temperatur. Alat ini diatur (biasanya pada suhu standar 55°C – 60°C).
2. Mode Standby (Siang Hari Berawan/Terik): Selama matahari terik dan mampu memanaskan air di dalam tangki hingga mencapai atau melebihi suhu setelan (misal 60°C), termostat akan memutus total aliran listrik ke elemen pemanas. Di fase ini, konsumsi listrik Anda adalah 0 Watt.
3. Mode Aktif (Malam Hari / Mendung / Hujan): Ketika air panas digunakan terus-menerus di malam hari atau saat hujan, air dingin akan masuk ke tangki sehingga suhu air drop di bawah batas minimal. Termostat akan mendeteksi penurunan suhu ini dan secara otomatis menyalakan electric heater untuk menaikkan suhu kembali ke posisi ideal. Setelah suhu tercapai, aliran listrik akan diputus kembali secara otomatis.
Tanda-Tanda Termostat Pemanas Air WIKA Anda Rusak
Jika komponen pengatur suhu otomatis ini bermasalah, biasanya akan muncul dua gejala ekstrem berikut pada perangkat Anda:
Gejala A: Termostat Macet dalam Posisi "OFF" (Air Dingin)
Jika sensor putus atau macet dalam kondisi memutus arus, maka electric backup tidak akan pernah menyala.
• Dampaknya: Anda tidak akan mendapatkan air panas sama sekali di malam hari, pagi hari, atau saat cuaca mendung/hujan. Air yang keluar dari keran murni hanya dingin atau hangat kuku sisa panas siang hari.
Gejala B: Termostat Macet dalam Posisi "ON" (Overheat & Listrik Boros)
Ini adalah kondisi yang lebih berbahaya. Sensor gagal memutus arus listrik meskipun air di dalam tangki sudah sangat panas.
• Dampaknya: Elemen listrik akan terus memasak air tanpa henti selama 24 jam. Hal ini menyebabkan tagihan listrik Anda melonjak drastis. Selain itu, tangki akan mengalami tekanan berlebih (overheat) yang bisa merusak seal karet hingga memicu air mendidih keluar dari katup pengaman (Safety Valve).
Apa yang Harus Dilakukan jika Termostat Rusak?
Komponen termostat dan elemen pemanas cadangan menggunakan sistem kelistrikan bertegangan tinggi di atas atap. Jika Anda mencurigai adanya kerusakan (seperti air terlalu panas, aliran listrik rumah mendadak turun/jebret saat pemanas aktif, atau air dingin di malam hari), sebaiknya jangan mencoba membongkar jalur kabel sendiri.
Diperlukan alat ukur khusus (multitester) oleh teknisi berpengalaman untuk memastikan apakah kerusakan terjadi pada kabel instalasi, elemen pemanas yang putus, atau murni pada perangkat termostatnya.
Hubungi Teknisi WIKA Panggilan Cepat & Bergaransi
Kami melayani pengecekan sistem kelistrikan, kalibrasi ulang suhu, hingga penggantian komponen Termostat dan Elemen Heater Original WIKA untuk mengembalikan efisiensi pemanas air Anda. Teknisi kami siap datang ke rumah, apartemen, atau hotel Anda di area Jabodetabek, Bandung, dan Medan.
• 📞 Hubungi Kontak Service via WhatsApp: 0817-0763-330
• 🌐 Situs Resmi Informasi: servicewikapemanasair.com
Komentar
Posting Komentar